Januari 22, 2022

Ketua MUI Kecamatan Darangdan Gelar Pengajian Bulanan

Purwakarta || burufakta.com – Sekitar 100 Jemaah ikut dalam pengajian bulanan yang di selenggarakan oleh Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Darangdan, yang berlangsung di Gedung MUI Kecamatan Darangdan, pada Rabu 12-Januari 2022.

Acara tersebut dihadiri Ketua MUI Kecamatan Darangdan KH Asep Abdussalam, S.Pdi selaku pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Babakan Cijambe Desa Darangdan, bersama Ustad Ahmad Sape’i Sekjen MUI Kecamatan Darangdan selaku pembawa acara, serta dihadiri Sekcam Darangdan Babang Subarna, M.Pd bersama Asep Edi Kusnaka, SH Kasi Kesos Kecamatan Darangdan, Danramil 1903 Darangdan yang diwakili Peltu Sail, Jajaran Pengurus Apdesi Kecamatan Darangdan Budi Sahbudin, Wahyu Samsul Ma’rif, H.Asep Agan bersama para Kepala Desa Se-Kecamatan Darangdan, juga Katua MUI tingkat desa dari 15-desa seKecamatan Darangdan.

Gema Asmaul Husna dan Sholawat menjadi pembuka acara yang dipandu oleh Ustad Ahmad Sape’i Sekjen MUI Kecamatan Darangdan selaku moderator acara.

KH.Asep Abdussalam dalam memgisi sambutannya, Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi dalam acara pengajian bulanan, adapun tema kali ini adalah “Sinergitas Ulama dan Umaro” maka untuk itu, mari kita tingkatkan bersilaturahmi ulama dan umaro, seperti MUI Desa dan Pemerintah Desa.

Kemashlahatan umat merupakan kepentingan publik yang menjadi basis tujuan dari kebijakan negara. Maka
Negara melalui pemerintah (umara).

Ulama dan Umaro harus bersinergi dalam memastikan kemashlahatan terhadap umat itu bisa terwujud.

Kemudian, urusan dunia berada di tangan pemerintah dan urusan akhiratnya ditangan ulama.

Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum KH Asep Abdussalam menyampaikan Mauidhotul Hasanahnya, jadi memang harus dari seluruh lapisan masyarakat, dari dasar bernegara yang paling pokok adalah mengagungkan keduduka kedua ini, yakni pemerintah dan ulama.
Saling menjaga dari hal yang menciptakan kemashlahatan ditengah manusia, kemudian memberikan suatu fungsi yang tepat sebagai seorang pemerintah.
Kita harus bisa meletakan batasan-batasan, memberikan ketentuan-ketentuan bahkan memberi sanksi-sanksi jika ada yang melanggar di dalam hal tersebut. “Katanya”

Kesimpulannya khususnya antar Pemdes dan Pengurua MUI Desa harus saling mengisi kekosongan dalam berbagai kegiatan, baik itu pengurus MUI menghadiri kegiatan yang dikaksanakan Pemdes, sebaliknya pemdes juga hatus menghadiri kegiatan yang di selenggarakan MUI, seperti pengajian dan lain sebagainya, itu yang disebut sinergitas.
Kemudian kita bersama perlu mematuhi protokol kesehatan. “Imbuh KH.Asep Abdussalam”

Penulis : Bah Endang

%d blogger menyukai ini: