Januari 22, 2022

17 RT 150 KPM DiDesa Pusakamulya Sudah Bisa Memanfaatkan Program Pembanguanan Sistem Air Limbah (SPAL)

Purwakarta ||  burufakta.com – Perhatian khusus pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah akan masih tingginya prevelensi stunting, salah satunya faktor penyebab stunting adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan khususnya maslah sanitasi, maka dari itu Kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, sanitasi diarahkan ke kemandirian masyarakat.

Pengurus dan personil KSM Mulya Ngahiji Ketua Tono Suyitno sekretaris Ahmad Sadili, dan bendahara Asep Rahmat Setiaji yang tergabung dalam kelompok swadaya masyarakat (KSM) Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta realisasikan Program DAK  Bidang Sanitasi Tahun 2021, SPALD-S Tematik Kematian Ibu dan Stanting.

Pemerintah terus berupaya agar masyarakat hidup sehat, melalui Program Pembanguanan Sistem Air Limbah (SPAL) 150 rumah warga didesa Pusakamulya sudah bisa menikmati sarana buang air limbah domestik. sumber anggaran dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat Tahun 2021. Seratus persen pekerjaan sudah selesai di kerjakan di 17 RT yang ada didesa Pusakamulya.

Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta  Tahun 2021 mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) Program DAK  Bidang Sanitasi tahun 2021, SPALD-S Tematik Kematian Ibu dan Stanting sebesar 1 miliar 50 juta rupiah untuk pengerjaan 150 unit tangki individual skala pedesaan, program tersebut dikerjakan swakelola oleh Ksm Mulya Ngahiji.

Tono Suyitno Ketua KSM Mulya Ngahiji Desa Pusakamulya saat dikonfirmasi awak media burufakta.com Jum`at 7/1/22 menerangkan,” Program ini diprioritaskan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memang benar-benar belum mempunyai saluran, tangki pembuangan yang higenis, STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya sanitasi, STBM bertujuan untuk mendorong masyarakat dan petugas kesehatan melakukaan upaya perbaikan prilaku hidup bersih dan sehat melalui STBM tersebut Insha Alloh Masyarakat Desa Pusakamulya mulai belajar dan menyadari  bahwa hidup sehat itu penting,” kata Tono.

Lanjut Tono,” 100 persen pekerjaan pisik sudah rampung atau selesai dikerjakan dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat desa pusakamulya secara bergiliran, 150 unit di 17  RT dengan durasi waktu 120 hari kalender, Alhamdulillah di 2021 yang lalu sudah bisa dimanfaatkan oleh KPM ” ungkapnya.

 

” Warga masyarakat Desa Pusakamulya merasa terbantu dengan adanya program ini dan manfaatnya sangat dirasakan oleh KPM itu sendiri, dan bagi yang belum kebagian Insha Alloh Desa Pusakamulya masih ada tambahan lagi 100 unit, mudah-mudahan tahun 2022 bisa terealisasikan, pengajuan sudah dibuatkan dan dilayangkan melalui pendamping,” Pungkas Tono. (Red)

 

%d blogger menyukai ini: