Januari 22, 2022

LSM GMBI Distrik Kota Bandung Unjuk Rasa Didepan Gerbang Mapolda Jawa Barat

BANDUNG || burufakta.com – Insiden pengeroyokan yang terjadi terhadap anggota LSM GMBI pada akhir bulan November 2021 silam yang menelan korban jiwa di Jalan Interchange Karawang.

Hal tersebut menjadi perhatian sekaligus pertanyaan besar bagi Moch Mashur (Abah) dan seluruh rekan-rekan LSM GMBI, atas kinerja Polda Jabar dalam penanganan kasusnya.

LSM GMBI distrik kota Bandung mempertanyakan dalam gerakan aksi unjuk rasa di depan gerbang Mapolda Jawa Barat Senin (3/1/2022), Ketua distrik kota Bandung Moch Mashur (Abah) dalam orasinya mempertanyakan keseriusan dalam penanganan kasus tragedi pengeroyokan yang mengakibatkan jatuh korban jiwa.
“Siapa yang akan menerima kami dalam audiensi hari ini, tolong jawab dan berikan kami informasi yang sejelas-jelasnya”, ucap Abah.

Lebih lanjut Abah menyampaikan, tragedi pengeroyokan Karawang sampai saat molor di tempat, Abah mempertanyakan keseriusan Ditreskrimum dalam menangani kasus ini.
“Kapolda Jabar tidak ada taringnya, seharusnya kasus ini sudah bisa di tangkap otak pelaku pengeroyokan”, tegasnya.

Sementara itu, Direktur intelkam Polda Jabar Kombes Pol Drs. Ruslan Efendi M.Si.,
Mengatakan, tidak ada kesulitan dari penyidik dalam menangani kasus pengeroyokan di Karawang, tetapi memang adanya perbedaan dalam menyikapinya, dan secara menyelidiki kasus.

Menurut Ruslan, hasil penyelidikan kasus tragedi pengeroyokan di Karawang sudah dilimpahkan ke kejaksaan.
“Kami dalam 15 hari ini menunggu hasil dari kejaksaan dan karena terpotong waktu libur saja”, ungkap Kombes Pol Drs Ruslan Efendi M.Si.

Ruslan menambahkan, kasus ini akan kita kejar terus sampai selesai, Ruslan juga mengatakan pihaknya berterima kasih kepada LSM GMBI yang telah membantu memberikan data data tambahan untuk dijadikan bahan penyelidikan, ungkapnya.

Ketua wilter Jateng
Tuntutan dalam audiensi antara lain :
1. Tangkap Aktor pelaku pembunuhan sampai keakar akarnya.
2. Usut tuntas dan menangkap para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang.
3. Tangkap para pendana insiden tersebut.
4. Menerapkan pasal pasal pidana dan tidak hanya satu pasal pengeroyokan.
5. Tuntutan LSM GMBI meminta 7 hari dan memberikan penjelasan secara terang benderang.
6. Tegakkan hukum walaupun langit akan runtuh. (Moch Mashur, Editor by red@sin.id/bah)

%d blogger menyukai ini: