Desember 5, 2021

Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Ciptagumati Kecamatan Cikalong Wetan tidak menanggapi himbauan Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan

 

Dalam seleksi tambahan tes bakal calon kepala desa untuk di evaluasi, Sabtu (13/11/21).

KBB.|burfakNews – Menindak lanjuti adanya laporan atas dugaan kecurangan penetapan hasil seleksi Bakal Cakades tahun 2021, PPKD Ciptagumati akan mengundang Bakal Calon Deris Taufik Hadian usai panitia melaksanakan rapat tertutup dengan camat di kantor desa pada jum’at pagi.

Perihalnya, permasalahan pemilihan Bakal Cakades yang dianggap ada indikasi tindak kecurangan serta hasil seleksi pembobotan yang dilakukan oleh Panitia menimbulkan polemik pada pelaksanaaanya sehingga hal tersebut ditanggapi langsung Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan dalam seleksi tambahan Bakal Cakades Ciptagumati untuk dievaluasi.

Kendati hal tersebut, Ketua PPKD Yuki Abdurahman tidak mengindahkan himbauan Bupati untuk evaluasi penilaian seleksi bakal cakades Deris Taufik Hadian dengan dasar Perbup No.10 Tahun 2021 yang telah ditetapkan, namun peserta bisa melaporkan keluhanya ke Camat selaku Seksi Pengawas Panpilkades Cikalong Wetan.

“Iya, itu awalnya memang kesalahan ada di kami, tapi maaf ini udah tidak bisa di evaluasi. Kami sebagai panitia berjalan sesuai teknis, adapun keluhan untuk petunjuk bisa bersurat ke kecamatan selaku pengawas pilkades, kalau arahan pa bupati itu untuk evaluasi ke depan tapi kalau saya ya berjalan aja sesuai teknis, karena ini sudah final”, ujar Yuki Abdurahman disela kunjungan reporter, Jum’at (12/11/21).

Dilansir dari santaiaja.co Hengky Kurniawan menghimbau PPKD Ciptagumati untuk adakan seleksi tambahan tes bakal calon kepala desa untuk di evaluasi, hal senada juga disampaikan pihak Universitas Ahmad Yani (Unjani) tentu bisa dievaluasi bedasarkan Perbup No.10 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pemilihan Kepala Desa.

Kekecewaan itu disampaikan Edwin P. Silaban S.H & Marco Van Basten Malau kuasa hukum Deris lantaran sebelumnya panitia sudah mengakui adanya kelalaian, sehingga pendaftaran tanggal satu ditutup. Namun bedasarkan Pasal 35 Perbup No.10 Tahun 2021 jika lebih dari 5 Bakal Cakades maka panitia bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Jendral Achmad Yani (Unjani) untuk upaya seleksi tambahan.

“Jujur kami kecewa terhadap panitia dalam hal ini himbauan bupati untuk evaluasi dari kelalaian panitia tidak di laksanakan. Kami heran, mereka masih bersikukuh untuk tetep berjalan walaupun telah mengakui adanya kesalahan sehingga cacat hukum. Sedangkan untuk SK masuk tanggal 4 dimana panitia selanggarakan rapat pleno tanggal 3 sebelum proses penandatanganan MOU dengan pihak Unjani pada tanggal 5”, ujar Edwin kuasa hukum deris, Sabtu (13/11/21).

Menurutnya, panitia telah bertindak diluar prosedur dengan dugaan untuk merugikan Deris, sebab Deris layak untuk diterima dan mendapatkan nilai sehingga Deris lolos dari bakal calon menjadi calon karena telah menyerahkan SK sebelum penandatanganan MOU namun ditolak panitia dengan dalih telah tutup pendaftaran di tanggal 1 November sehingga dari hasil rapat pleno tersebut adalah prematur.

Menyikapi hal tersebut, pihak tim Deris mengaku bingung pasalnya upaya himbauan bupati untuk evaluasi seleksi tambahan bakal calon kepala desa tidak dilaksanakan panitia, namun kuasa hukum deris menghargai putusan dari pihak penyelenggara tingkat desa, adapun langkah hukum kedepan yang akan di tempuh sejauh dari pantauan reporter belum di sampaikan oleh kuasa hukum bakal cakades Deris Taufik Hadian. (Red)

%d blogger menyukai ini: