Oktober 17, 2021

burfakNews

Tegas,Tuntas & Terpercaya

September Hitam Sejarah Kelam

Subang 24 September 2021

burufakta.com  – Disaat perpanjangan PPKM dampak COvid 19 Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang warga memperingati september Hitam sejarah kelam Setiap tanggal 30 September di Indonesia setiap tahunnya diperingati sebagai peristiwa G30S/PKI. G30S/PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia telah menjadi salah satu cacatan sejarah yang begitu melekat di benak masyarakat Indonesia.

Terlebih jika mengingat peristiwa pemberontakan yang dilakukan PKI dengan menculik dan membunuh para perwira TNI Angkatan Darat pada masa itu. Gerakan 30 September yang terjadi tahun 1965 menewaskan 7 perwira militer TNI-AD yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan revolusi dan pahlawan nasional RI.

Meski telah lama berlalu, tragedi tersebut selalu diingat oleh masyarakat. Ada berbagai cara yang dilakukan masyarakat guna memperingati peristiwa ini. Mulai dari memutar ulang film G30S/PKI atau sekedar mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur.seprti halnya pemuda / pemudi warga RT 11 /Rw 04 desa sukakerti Kecamatan cisalak Kabupaten Subang .september hitam adalah bulan penuh nestapa setidaknya jika kita berkaca dari banyknya peristiwa-peristiwa tidak berperikemanusian dan pelagaran Ham yang terjadi sepanjang bulan ini diantaranya tragedi pembantain 65.(30 september 1965) Tanjung priok (12 september 1984) semanggi 2 (24 september 1999) Munir ( 7 september (2004) Reformasi dikorupsi (20 september 2019) mengingat tragedi tersebut pemuda /pemudi warga Rt 11/ 12 , Rw 04 Do’a bersama menyanyikan lagu nasional pertunjukan orasi .persembahan puisi,dikskusi sejarah,nonton bareng Film G30S PKI,dan menyalakan lilin.

Terselengaranya acara tersebut berkat Anak muda warga Rt 11 saudara Moch Gilang gustian mengajak pemuda / pemudi dari lingkungan Rt 11dan lingkungan Rt 12 Rw 04 yang hadri dalam acara tersebut BPD desa sukerti Aceng dalam sambutan nya menjelaskan sangat bangga dengan adanya acara tersebut .Turut hadir Sekdes Desa Wildan krisandi dan perangkat.acara berlangsung sampai dengan selasai tidak lupa protokol kesehatan (prokes) selalu di jalankan.(tubagus burfak)

%d blogger menyukai ini: